"Asesment diagnostik perlu dilakukan guru di awal tahun ajaran baru, untuk mengetahui bagaimana kemampuan awal siswa yang nantinya akan berimbas pada pengelompokan belajar, metode dan media yang akan digunakan guru dalam mengajar sehari-hari nantinya," katanya.

Arbusin menuturkan, kondisi pandemi yang sempat mengharuskan para siswa untuk belajar dari rumah (BDR), membuat para guru menjadi tidak terlalu maksimal dalam mengontrol kelas, sehingga dapat terjadi 'learning loss' atau berkurangnya pengetahuan dan keterampilan secara akademis.

Hal tersebut terjadi diduga lantaran dipicu akibat motivasi belajar siswa yang sangat rendah, kemampuan siswa dan orang tua yang beragam.

"Maka dari itu asesment diagnostik dilakukan, dengan tujuan untuk melihat kesiapan belajar dan kompetensi siswa," ucap Arbusin.

Di lokasi yang sama, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum, Edral Gandi mengungkapkan bahwasanya asesment diagnostik yang diselenggarakan di SMAN-1 Palangka Raya tersebut, nantinya akan dilaksanakan sebanyak tiga sesi.

Dalam tiga sesi tersebut yakni sesi numerasi (kemampuan menganalisis menggunakan angka), literasi (tidak hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan, dan memahami konsep di balik tulisan tersebut) dan gaya belajar yang bertujuan untuk mengidentifikasi capaian kompetensi siswa, menyesuaikan pembelajaran di kelas, mengelompokkan siswa.

"Dari hasil asesment diagnostik ini guru dapat melakukan tindak lanjut yakni mempersiapkan seperti pembelajaran yang akan dilaksanakannya baik itu metode maupun media," kata Edral Gandi.

Selanjutnya ditambahkan oleh Ketua Tim Layanan Asesment Diagnostik, Yeprina Prihatini, bahwa sekolah sudah mempersiapkan soal dan jenis tes yang akan diberikan.

"Untuk persiapan demi persiapan juga sudah dilakukan agar nantinya pelaksanaan asesment diagnostik ini dapat berjalan dengan baik," bebernya.

Sekedar diketahui SMAN-1 Palangka Raya tentunya sebagai salah satu sekolah penggerak yang terpilih, maka harus dapat betul-betul mewujudkan kurikulum merdeka ini dengan semaksimal mungkin.

Semoga dengan diadakannya asesment diagnostik ini dapat menjadi jendela awal bagi guru-guru yang ada di SMAN 1 Palangka Raya, agar dapat mempersiapkan pembelajaran dengan sebaik mungkin.